Rabu, 04 Oktober 2017

KUTEMUKAN DIA

Kurang lebih 1 tahun sejak memutuskan berpisah dengan wanita yang sangat ku cintai, wanita yang membuatku mengerti apa yang orang bilang cinta itu buta, cinta itu gila, cinta membuat segala hal tidak masuk di akal, hal hal yang mustahilpun dapat dilakukan karena cinta. Ya, cinta pertamaku ada pada wanita itu. Januari 2016, tak begitu mengingat tanggalnya, saya berpisah dengan wanita itu denegan alasan tertuntu.
                Setelah itu saya mencoba mencari wanita yang mungkin bisa menggantikannya untuk memebuat hari-hariku tampak seperti saat bersamanya. Mencoba menjalin hubungan dengan beberapa wanita namun tidak dapat bertahan lama.
                Di suatu event Taekwondo yang sejak SMA hingga kini masih menjadi hobiku. Sebut saja nama event itu PORKAB yang di selenggarakan di Rangkasbitung-Lebak, yang diikuti oleh seluruh taekwondowin Kab. Lebak. Seperti biasa kami para senior lulusan SMA N 1 Malingping selalu datang untuk memberikan dukungan dan tenaga kami jika event tidak berbenturan dengan urusan kami yang lain. Kami datang dari tempat yang berbeda-beda untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tinggi, ada yang dari Bandung, Bogor, Jakarta, juga dari Serang. Kebetulan saya sendiri dari serang. Setelah dari beberapa kota sudah berkumpul di penginapan, seperti biasa kami berbincang membahas apapun bisa kami bahas.
                Keesokan harinya pertandingan dimulai, kami (senior) yang telah dibagi tugas oleh pelatih kami untuk membantu junior-junior kami yang akan bertandng dihari itu mulai melaksanakan tugas masing-masing. Beberapa jam pertandingan berjalan hingga waktu dzuhur mereka di istirahatkan untuk beribadah, makan dan sebagainya. Rasa lelah pun tak terhindarkan, membuatku ingin sejenak beristirahat memejamkan mata, disaat bersamaan seorang senior juga merasakan hal yang sama, sebut saja Kiran.
                “Ka, minjem pundaknya ya, ngantuk mau nyender, hehe” ucapnya sambil memegangi pundakku, saya hanya tersenyum menandakan memperbolehkan. Nampaknya agak lelap dia bersandar di pundakku, saya sendiri tak berani bergerak karena takut dia terganggu saat tertidur. Entah apa yang membuatku tidak berani bergerak, namun saat itu saya merasakan kenyamanan saat merasakan rambut pendeknya berada di pundak saya, sesekali saya mengelus rambut wanginya yang membuatku merasa lebih dekat dengannya. Entah dia tidak merasakan tanganku di rambutnya karena tertidur atau dia membiarkanku memegangi rambut pendeknya itu, yang jelas tidak ada repon apapun darinya.
                Saya mulai berpikir wanita ini menarik, periang juga manja. Membuatku selalu tersenyum dengan kata demi kata yang keluar darinya, mulai memperhatikan setiap geraknya, sekecil apapun itu tak luput dari perhatianku. Lebih dari tiga tahun saya mengenalnya namun baru kali ini saya merasa lebih dekat dengannya, lebih mengetahui pribadinya juga kelembutan hatinya. Selalu ada rasa disetiap sentuhan dan tatapan yang terjadi. Saya rasa ini bukan hal yang biasa.
                1 tahun lebih saya mencari sosok wanita yang bisa menggantikan cinta pertamaku, Kiran mungkin wanita yang tepat. Karena setiap berada di dekatnya saya merasa senangnya hati ini yang lama tak merasakan perasaan ini. Sangat berharap diriku bisa mendapatkan hatinya yang lembut, akan sangat bahagia jika hal itu bisa terjadi.
                Malam terkhir di event porkab itu, dia ijin pada pelatih untuk pulang lebih dulu karena memang dia pulang ke Bogor berdua dengan teman saya yang pulang ke Jakarta. Pelatihpun mengijinkan nya pulang lebh dulu, dan saya antar dia ke statiun kereta yang ada di Rangkasbitug. Rasa senang pun ada ketika saya antarkan wanita yang membuat saya nyaman selama dia ada disini, namun sangat menyesalkan kepulangannya. Terlalu cepat saya rasa dia didekatku, saya berharap dia bisa pulang bersamaa dengan kami. Sampai di stasiun kebetulan sekali kereta yang akan membawanya pulang sudah stay, diapun bergegas. “makasi ya, aku pulang dulu” sambil tersenyum dan mengayunkan tangannya untuk menjabat tanganku. “iya, hati-hati ya, kalo udah sampe kasih tau sabeum (pelatih)” .
                Khawatir sekali saya saat melihat dua wanita ini beranjak naik kereta, ini malam hari dan dua wanita ini baru pertama kali naik kereta. Perlu diketahui, Kiran pergi bersama teman saya Nurawaiah, dia teman wanita saya yang menurutku paling berarti bagi saya dibanding teman wanitaku yang lain. Dan satu lagi Kiran, adalah wanita yang saat ini ku sukai. Bisa dibayangkan kekhawatiraku saat dua wanita yang berarti dalam hidup saya pulang menuju tempat mereka tinggal saat ini, Bogor dan Jakarta dengan kereta api di malam hari. Sepanjang perjalananku kembali ke penginapan, doa terus kupanjatkan untuk keselamatan mereka.
                Sekitar pukul sebelas, Nurawaliah memberi kabar padaku kalau dia sudah sampai, lega hati ini mendengar kabar baik itu, dan tak lama kemudia saya mendengar kabar dari pelatih bahwa kiran juga sudah sampai, dan rasa khawatirpun hilang seketika.
                Sejak itu saya selalu menanyakan kontaknya pada teman temannya untuk sekedar menanyakan kabarnya melalui pesan teks maupun pesan suara. Setelah saya dapat kontaknya, saya selalu menanyakan kabarnya hampir setiap malam dan hingga kini kami sering chat yang ‘mungkin’ baginya hanya untuk sekedar menghilangkan jenuh, namun bagiku chat dengannya merupakan harapan untukku bisa lebih dekat dengannya, untuk sekedar bisa memberithukan sedikit demi sedikit padanya bahwa saya menginginkannya menjadi teman hidupku seperti yang kuharapkan.
                Akan ku berikan tulisan ini nanti, jika saya sudah benar-benar mampu memberikannya untuk dia baca. Saya tau dia wanita yang senang membaca, dan semoga nanti dia bisa memahami isi hatiku setelah membaca tulsan ini.
UNTUK KIRAN

                Sudah baca sampai akhir judul pertama ? terimakasi jika sudah baca. Disini saya akan berikan gambaranku tentangmu.

                Sosok wanita yang setiap hari nama indahnya senantiasa mengisi pikiranku untuk selalu menyebutnya, untuk sekedar mengingtkanku akan indahannya ciptaan tuhan. Rambut lurus dan wangi yang membuatku ingin selalu mengelus kepalanya, serta bibir merahnya yang menambah manisnya senyuman itu, dan tatap mata yang tulus yang membuatku tidak ingin berhenti menatapnya, kelembutan tangannya membuatku ingin terus menggenggamnya. Ingin sekali ku untuk mengelus rambut indahmu dan menikmati senyum manis yang dihiasi bibir merahmu, serta menatap matamu yang tulus dan menggenggam tangan lembutmu. Maaf jika ku terus memikirkanmu disetiap ku menjelang tidur, maaf jika namamu selalu kusebut saat ku menjelang tidur, dan maaf pula jika ku selalu mengharapkan kehadiranmu didalam bunga tidurku.
Kaulah ciptaan terindah Tuhan setelah ibuku,  ijikan ku memeluk dan mendekapmu dalam waktu yang lama. Jujur saja, begitu ku kagumi segala keindahan yang kau miliki. 


Ada satu kata yang tidak dapat diucapkna dengan lisan, beberapa kata hanya dapat disampaikan melalui tulisan, begitupun tentang pengutaraanku akan indahnya sosok dirimu dimataku.
Harapan tinggiku agar kau bisa mengerti betapa ku ingin kita bersama setelah membaca tulisan ini.

Terimakasi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar