Selasa, 10 Oktober 2017

IBU

Kali ini saya akan menuliskan bagaimana berartinya seorang ibu dimata saya. Bagaimana tidak, setiap kali ada orang yang membaha tentang ibu hati saya selalu lemah dan kerap kali meneteskan air mata. Entah apa yang membuatku lemah jika mendengar kata ibu.
Kita flashback sebentar, saya akan ajak pembaca untuk mengetahui masa kecil saya dengan ibu saya. Ibu... sosok tangguh itu telah mengandungku selama 9 bulan lamanya, saya tidak tahu apa yang ia rasakan selama mengandungku yang pasti itu penuh dengan perjuangan. 15 Juni 1996 saya dilahirkan, sentuhan lembutnya yang penuh dengan kasih sayang selalu menemani masa belia ku. Singkat cerita, karena saya tidak membahas soal kehidupan kecilku. Di tahun kedua setelah saya dilahirkan ke bumi, saya tidak lagi tinggal dengan ibu saya karena masalah keluarga. Selama 11 tahun tidak bertemu ibu yang telah melahirkan ku, di usia ku yang ke 13 akhirnya saya diberi kesempatan oleh Allah swt untuk bersua dengan Ibu yang selama 11 tahun kucari. Untuk pertama kalinya saya memeluk ibu yang luar biasa cantiknya dimataku, menangis ku dipelukannya, pelukan yang hangat sekali, pelukan yang tulus juga penuh kasih sayang dan kerinduan.
                Linangan air mata diwajahnya benar-benar memahami perasaannya kala itu, tangisnya menunjukan betapa bahagianya ibuku saat itu. Berdua dengan kaka perempuanku, saat itu kami datang dari Banten ke Jawa Barat untuk menemui ibu yang kami cari. Saya selalu mencoba untuk mematuhi apa yang beliau ucapkan pada saya, mencoba selalu menghormati akan segala keputusan dan apa yang dilakukannya, sebisa mungkin saya menjadi anak yang benar-benar diharapkan semua orang tua waktu itu.
Satu pekan berada di Jawa Barat tinggal dengan ibu kandungku, banyak sekali pesan moral yang saya dapat disana yang sama sekali tidak bisa disampaikan melalui tulisan apalagi diucapkan dengan lisan.
Ibu yang baik, yang selalu mendahulukan kepentingan anaknya dibanding kepentingannya, ibu yang selalu berjuang mengusahakan apa yang anak-anaknya butuhkan. Itulah alasan saya begitu menghormati Ibu dan juga begitu mencintai Ibu. Rasa rindu selalu kurasakan, bahkan hampir setiap lantunan doa yang kusampaikan untuknya membuatku teringat padanya.
Ibu... semoga kau selalu dalam lindungan-Nya, semoga kau selalu diberi kekuatan untuk menjalani hidup yang semakin hari semakin berat ini, semoga kau selalu diberi petunjuk jikala kau berada dalam kesulitan yang tinggi. Aku dan kakak ku akan selalu mendoakan mu dalam kejauhan ini, kami akan selalu terus mencoba untuk menjadi anak yang kau banggakan, takkan kubiarkan mata indahmu meneteskan setetspun air mata hanya untuk kenakalanku, karena membahagiakan masa senjamu adalah tujuan hidup kami sebagai anakmu, kami berharap di masa tua mu nanti kita bisa satu atap, tanpa terpisah jarak yang cukup jauh ini. Amin..
Untuk para pembaca, jika kalian tinggal dengan ibu kalian maka permudahlah pekerjaan mereka, permudah langkah mereka untuk mendidik dan memberimu kehidupan yang kalian inginkan, bantu ibu kalian, turuti yang ibu kalian perintahkan dan jangan buat mereka sedikitpun meneteskan air mata untuk kenakalan kalian. Dan untuk kalian yang tiggal jauh dari ibu kalian, doa kalian lah yang akan membawa ibu menuju kehidupan yang bahagia, sebut ibumu dalam setiap doa kalian.
Semoga rasa rindu ini terhadap ibu bisa terobati dengan segala kabar baik darimu, Bu :’)
Love you so much

Tidak ada komentar:

Posting Komentar