Kamis, 09 November 2017

RINDU

06 November 2017 dia memberi kabar bahwa besok akan pergi berlibur ke daerahnya bersama teman teman satu kelasnya (via whatsapp), saya bilang asal jangan satu motor dengan teman laki-laki nya. ”emang kenapa ?” tanya nya, “ya ga ikhlas aja kalo kamu dibawa cowo, apalagi jauh perjalanannya” jawabku sambil tertawa,dan diapun hanya tertawa membalasku.
                Esok harinya saya tidak menghubunginya karena tau dia dalam perjalanan dan tidak mungkin handphone dia on. Tapi malam hari saya tetap menghubunginya, dan memastikan jika ia sudah sampai rumahnya atau masih ditempat liburannya. Dia membalas pesanku dan dia menjawab bahwa dia sudah sampai rumah dan ingin langsung beristirahat, mungkin dia lelah setelah menempuh jarak yang cukup jauh. Dia juga bilang kalau besok dia akan berlibur ke Baduy (salah satu tempat wisata budaya di Banten) dan baru akan kembali ke Bogor jumat mendatang.
                Hari itu mungkin akan menjadi hari yang sangat panjang untukku karena dalam satu hari itu saya tidak bisa menghubunginya, tanpa tau kabar darinya dan tanpa mendengar suaranya. Saya hanya bisa mendoakannya agar selalu diberi keselamatan sepanjang ia berlibur sambil berharap tidak satu motor dengan laki-laki seperti yang dia bilang sebelumnya :>
                09 November 2017 tepatnya hari ini dimana saya menulis cerita ini, terhitung dua hari sejak tidak menghubunginya dan menanyakan kabarnya seperti biasa, rasa ingin menghubunginya selalu ada dalam benakku, namun juga saya tau kalau dia sedang bersama teman-temannya, saya rasa hanya akan mengganggu kesenangan dia bersama temannya jika saya memaksakan menghubunginya hanya untuk sekedar menanyakan keadaannya. Rindu, mungkin itu kata yang tepat untukku saat ini mengingat hati ini ingin sekali melihat namanya di notif handphone ku, dan juga ingin sekali mendengar suara lembutnya.



Tamat. 

Selasa, 10 Oktober 2017

IBU

Kali ini saya akan menuliskan bagaimana berartinya seorang ibu dimata saya. Bagaimana tidak, setiap kali ada orang yang membaha tentang ibu hati saya selalu lemah dan kerap kali meneteskan air mata. Entah apa yang membuatku lemah jika mendengar kata ibu.
Kita flashback sebentar, saya akan ajak pembaca untuk mengetahui masa kecil saya dengan ibu saya. Ibu... sosok tangguh itu telah mengandungku selama 9 bulan lamanya, saya tidak tahu apa yang ia rasakan selama mengandungku yang pasti itu penuh dengan perjuangan. 15 Juni 1996 saya dilahirkan, sentuhan lembutnya yang penuh dengan kasih sayang selalu menemani masa belia ku. Singkat cerita, karena saya tidak membahas soal kehidupan kecilku. Di tahun kedua setelah saya dilahirkan ke bumi, saya tidak lagi tinggal dengan ibu saya karena masalah keluarga. Selama 11 tahun tidak bertemu ibu yang telah melahirkan ku, di usia ku yang ke 13 akhirnya saya diberi kesempatan oleh Allah swt untuk bersua dengan Ibu yang selama 11 tahun kucari. Untuk pertama kalinya saya memeluk ibu yang luar biasa cantiknya dimataku, menangis ku dipelukannya, pelukan yang hangat sekali, pelukan yang tulus juga penuh kasih sayang dan kerinduan.
                Linangan air mata diwajahnya benar-benar memahami perasaannya kala itu, tangisnya menunjukan betapa bahagianya ibuku saat itu. Berdua dengan kaka perempuanku, saat itu kami datang dari Banten ke Jawa Barat untuk menemui ibu yang kami cari. Saya selalu mencoba untuk mematuhi apa yang beliau ucapkan pada saya, mencoba selalu menghormati akan segala keputusan dan apa yang dilakukannya, sebisa mungkin saya menjadi anak yang benar-benar diharapkan semua orang tua waktu itu.
Satu pekan berada di Jawa Barat tinggal dengan ibu kandungku, banyak sekali pesan moral yang saya dapat disana yang sama sekali tidak bisa disampaikan melalui tulisan apalagi diucapkan dengan lisan.
Ibu yang baik, yang selalu mendahulukan kepentingan anaknya dibanding kepentingannya, ibu yang selalu berjuang mengusahakan apa yang anak-anaknya butuhkan. Itulah alasan saya begitu menghormati Ibu dan juga begitu mencintai Ibu. Rasa rindu selalu kurasakan, bahkan hampir setiap lantunan doa yang kusampaikan untuknya membuatku teringat padanya.
Ibu... semoga kau selalu dalam lindungan-Nya, semoga kau selalu diberi kekuatan untuk menjalani hidup yang semakin hari semakin berat ini, semoga kau selalu diberi petunjuk jikala kau berada dalam kesulitan yang tinggi. Aku dan kakak ku akan selalu mendoakan mu dalam kejauhan ini, kami akan selalu terus mencoba untuk menjadi anak yang kau banggakan, takkan kubiarkan mata indahmu meneteskan setetspun air mata hanya untuk kenakalanku, karena membahagiakan masa senjamu adalah tujuan hidup kami sebagai anakmu, kami berharap di masa tua mu nanti kita bisa satu atap, tanpa terpisah jarak yang cukup jauh ini. Amin..
Untuk para pembaca, jika kalian tinggal dengan ibu kalian maka permudahlah pekerjaan mereka, permudah langkah mereka untuk mendidik dan memberimu kehidupan yang kalian inginkan, bantu ibu kalian, turuti yang ibu kalian perintahkan dan jangan buat mereka sedikitpun meneteskan air mata untuk kenakalan kalian. Dan untuk kalian yang tiggal jauh dari ibu kalian, doa kalian lah yang akan membawa ibu menuju kehidupan yang bahagia, sebut ibumu dalam setiap doa kalian.
Semoga rasa rindu ini terhadap ibu bisa terobati dengan segala kabar baik darimu, Bu :’)
Love you so much

Rabu, 04 Oktober 2017

KUTEMUKAN DIA

Kurang lebih 1 tahun sejak memutuskan berpisah dengan wanita yang sangat ku cintai, wanita yang membuatku mengerti apa yang orang bilang cinta itu buta, cinta itu gila, cinta membuat segala hal tidak masuk di akal, hal hal yang mustahilpun dapat dilakukan karena cinta. Ya, cinta pertamaku ada pada wanita itu. Januari 2016, tak begitu mengingat tanggalnya, saya berpisah dengan wanita itu denegan alasan tertuntu.
                Setelah itu saya mencoba mencari wanita yang mungkin bisa menggantikannya untuk memebuat hari-hariku tampak seperti saat bersamanya. Mencoba menjalin hubungan dengan beberapa wanita namun tidak dapat bertahan lama.
                Di suatu event Taekwondo yang sejak SMA hingga kini masih menjadi hobiku. Sebut saja nama event itu PORKAB yang di selenggarakan di Rangkasbitung-Lebak, yang diikuti oleh seluruh taekwondowin Kab. Lebak. Seperti biasa kami para senior lulusan SMA N 1 Malingping selalu datang untuk memberikan dukungan dan tenaga kami jika event tidak berbenturan dengan urusan kami yang lain. Kami datang dari tempat yang berbeda-beda untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tinggi, ada yang dari Bandung, Bogor, Jakarta, juga dari Serang. Kebetulan saya sendiri dari serang. Setelah dari beberapa kota sudah berkumpul di penginapan, seperti biasa kami berbincang membahas apapun bisa kami bahas.
                Keesokan harinya pertandingan dimulai, kami (senior) yang telah dibagi tugas oleh pelatih kami untuk membantu junior-junior kami yang akan bertandng dihari itu mulai melaksanakan tugas masing-masing. Beberapa jam pertandingan berjalan hingga waktu dzuhur mereka di istirahatkan untuk beribadah, makan dan sebagainya. Rasa lelah pun tak terhindarkan, membuatku ingin sejenak beristirahat memejamkan mata, disaat bersamaan seorang senior juga merasakan hal yang sama, sebut saja Kiran.
                “Ka, minjem pundaknya ya, ngantuk mau nyender, hehe” ucapnya sambil memegangi pundakku, saya hanya tersenyum menandakan memperbolehkan. Nampaknya agak lelap dia bersandar di pundakku, saya sendiri tak berani bergerak karena takut dia terganggu saat tertidur. Entah apa yang membuatku tidak berani bergerak, namun saat itu saya merasakan kenyamanan saat merasakan rambut pendeknya berada di pundak saya, sesekali saya mengelus rambut wanginya yang membuatku merasa lebih dekat dengannya. Entah dia tidak merasakan tanganku di rambutnya karena tertidur atau dia membiarkanku memegangi rambut pendeknya itu, yang jelas tidak ada repon apapun darinya.
                Saya mulai berpikir wanita ini menarik, periang juga manja. Membuatku selalu tersenyum dengan kata demi kata yang keluar darinya, mulai memperhatikan setiap geraknya, sekecil apapun itu tak luput dari perhatianku. Lebih dari tiga tahun saya mengenalnya namun baru kali ini saya merasa lebih dekat dengannya, lebih mengetahui pribadinya juga kelembutan hatinya. Selalu ada rasa disetiap sentuhan dan tatapan yang terjadi. Saya rasa ini bukan hal yang biasa.
                1 tahun lebih saya mencari sosok wanita yang bisa menggantikan cinta pertamaku, Kiran mungkin wanita yang tepat. Karena setiap berada di dekatnya saya merasa senangnya hati ini yang lama tak merasakan perasaan ini. Sangat berharap diriku bisa mendapatkan hatinya yang lembut, akan sangat bahagia jika hal itu bisa terjadi.
                Malam terkhir di event porkab itu, dia ijin pada pelatih untuk pulang lebih dulu karena memang dia pulang ke Bogor berdua dengan teman saya yang pulang ke Jakarta. Pelatihpun mengijinkan nya pulang lebh dulu, dan saya antar dia ke statiun kereta yang ada di Rangkasbitug. Rasa senang pun ada ketika saya antarkan wanita yang membuat saya nyaman selama dia ada disini, namun sangat menyesalkan kepulangannya. Terlalu cepat saya rasa dia didekatku, saya berharap dia bisa pulang bersamaa dengan kami. Sampai di stasiun kebetulan sekali kereta yang akan membawanya pulang sudah stay, diapun bergegas. “makasi ya, aku pulang dulu” sambil tersenyum dan mengayunkan tangannya untuk menjabat tanganku. “iya, hati-hati ya, kalo udah sampe kasih tau sabeum (pelatih)” .
                Khawatir sekali saya saat melihat dua wanita ini beranjak naik kereta, ini malam hari dan dua wanita ini baru pertama kali naik kereta. Perlu diketahui, Kiran pergi bersama teman saya Nurawaiah, dia teman wanita saya yang menurutku paling berarti bagi saya dibanding teman wanitaku yang lain. Dan satu lagi Kiran, adalah wanita yang saat ini ku sukai. Bisa dibayangkan kekhawatiraku saat dua wanita yang berarti dalam hidup saya pulang menuju tempat mereka tinggal saat ini, Bogor dan Jakarta dengan kereta api di malam hari. Sepanjang perjalananku kembali ke penginapan, doa terus kupanjatkan untuk keselamatan mereka.
                Sekitar pukul sebelas, Nurawaliah memberi kabar padaku kalau dia sudah sampai, lega hati ini mendengar kabar baik itu, dan tak lama kemudia saya mendengar kabar dari pelatih bahwa kiran juga sudah sampai, dan rasa khawatirpun hilang seketika.
                Sejak itu saya selalu menanyakan kontaknya pada teman temannya untuk sekedar menanyakan kabarnya melalui pesan teks maupun pesan suara. Setelah saya dapat kontaknya, saya selalu menanyakan kabarnya hampir setiap malam dan hingga kini kami sering chat yang ‘mungkin’ baginya hanya untuk sekedar menghilangkan jenuh, namun bagiku chat dengannya merupakan harapan untukku bisa lebih dekat dengannya, untuk sekedar bisa memberithukan sedikit demi sedikit padanya bahwa saya menginginkannya menjadi teman hidupku seperti yang kuharapkan.
                Akan ku berikan tulisan ini nanti, jika saya sudah benar-benar mampu memberikannya untuk dia baca. Saya tau dia wanita yang senang membaca, dan semoga nanti dia bisa memahami isi hatiku setelah membaca tulsan ini.
UNTUK KIRAN

                Sudah baca sampai akhir judul pertama ? terimakasi jika sudah baca. Disini saya akan berikan gambaranku tentangmu.

                Sosok wanita yang setiap hari nama indahnya senantiasa mengisi pikiranku untuk selalu menyebutnya, untuk sekedar mengingtkanku akan indahannya ciptaan tuhan. Rambut lurus dan wangi yang membuatku ingin selalu mengelus kepalanya, serta bibir merahnya yang menambah manisnya senyuman itu, dan tatap mata yang tulus yang membuatku tidak ingin berhenti menatapnya, kelembutan tangannya membuatku ingin terus menggenggamnya. Ingin sekali ku untuk mengelus rambut indahmu dan menikmati senyum manis yang dihiasi bibir merahmu, serta menatap matamu yang tulus dan menggenggam tangan lembutmu. Maaf jika ku terus memikirkanmu disetiap ku menjelang tidur, maaf jika namamu selalu kusebut saat ku menjelang tidur, dan maaf pula jika ku selalu mengharapkan kehadiranmu didalam bunga tidurku.
Kaulah ciptaan terindah Tuhan setelah ibuku,  ijikan ku memeluk dan mendekapmu dalam waktu yang lama. Jujur saja, begitu ku kagumi segala keindahan yang kau miliki. 


Ada satu kata yang tidak dapat diucapkna dengan lisan, beberapa kata hanya dapat disampaikan melalui tulisan, begitupun tentang pengutaraanku akan indahnya sosok dirimu dimataku.
Harapan tinggiku agar kau bisa mengerti betapa ku ingin kita bersama setelah membaca tulisan ini.

Terimakasi :)