06 November 2017
dia memberi kabar bahwa besok akan pergi berlibur ke daerahnya bersama teman
teman satu kelasnya (via whatsapp), saya bilang asal jangan satu motor dengan
teman laki-laki nya. ”emang kenapa ?”
tanya nya, “ya ga ikhlas aja kalo kamu
dibawa cowo, apalagi jauh perjalanannya” jawabku sambil tertawa,dan diapun
hanya tertawa membalasku.
Esok harinya saya tidak
menghubunginya karena tau dia dalam perjalanan dan tidak mungkin handphone dia
on. Tapi malam hari saya tetap menghubunginya, dan memastikan jika ia sudah
sampai rumahnya atau masih ditempat liburannya. Dia membalas pesanku dan dia
menjawab bahwa dia sudah sampai rumah dan ingin langsung beristirahat, mungkin
dia lelah setelah menempuh jarak yang cukup jauh. Dia juga bilang kalau besok dia
akan berlibur ke Baduy (salah satu tempat wisata budaya di Banten) dan baru
akan kembali ke Bogor jumat mendatang.
Hari itu mungkin akan menjadi
hari yang sangat panjang untukku karena dalam satu hari itu saya tidak bisa
menghubunginya, tanpa tau kabar darinya dan tanpa mendengar suaranya. Saya
hanya bisa mendoakannya agar selalu diberi keselamatan sepanjang ia berlibur
sambil berharap tidak satu motor dengan laki-laki seperti yang dia bilang
sebelumnya :>
09 November 2017 tepatnya hari
ini dimana saya menulis cerita ini, terhitung dua hari sejak tidak
menghubunginya dan menanyakan kabarnya seperti biasa, rasa ingin menghubunginya
selalu ada dalam benakku, namun juga saya tau kalau dia sedang bersama
teman-temannya, saya rasa hanya akan mengganggu kesenangan dia bersama temannya
jika saya memaksakan menghubunginya hanya untuk sekedar menanyakan keadaannya.
Rindu, mungkin itu kata yang tepat untukku saat ini mengingat hati ini ingin
sekali melihat namanya di notif handphone ku, dan juga ingin sekali mendengar
suara lembutnya.
Tamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar